Menghasilkan tamatan yang cerdas, terampil, kepribadian mandiri, kompetitif dan berakhlak mulia

MENGENAL CODE IGNITER

31 Mei 2018
05:48:01 WIB
Code Igniter merupakan salah satu framework PHP yang banyak digunakan oleh kalangan PHP Developer. Framework sendiri berartikan kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programer, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal.

Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Framework:

  • Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web.
  • Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada)
  • Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dan lain-lain
  • Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS

 

CodeIgniter ditulis (dibuat) oleh Rick Ellis, seorang musisi rock yang menjadi programmer. Ia membangun perusahaan bernama Ellis Lab, yang mengembangkan beberapa produk unggulan salah satunya CodeIgniter. CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir(2014) adalah versi 2.2 sedangkan untuk versi 3 masih dalam tahap pengembangan(development). Untuk saat ini(2014), CodeIgniter dikembangkan oleh British Columbia Institute of Technology (http://www.bcit.ca/cas/computing)

 

Cara kerja CodeIgniter lebih jelasnya pada gambar di bawah ini:

Code Igniter - Application Flow Chart

Code Igniter – Application Flow Chart

Alurnya sebagai berikut :

  1. File index.php sebagai file yang bertindak sebagai kontrol halaman depan. File ini menginisialisasi semua resource yang diperlukan untuk menjalankan CI atau halaman situs.
  2. Routing, memeriksa setiap request HTTP dan melakukan apa yang dilakukan terhadap request tersebut, tergantung rule yang ada.
  3. Apabila terdapat Cache maka sistem akan mengirimkan cache tersebut secara langsung ke browser tanpa harus melewati birokrasi secara normal.
  4. Sebelum membuka Aplication Controller, setiap request HTTP dan data yang dikirm oleh pengguna makan akan di filter terlebih dahulu melalui sebuah sistem pengamanan.
  5. Controller kemudian memuat seluruh resource, baik itu Model, Library maupun Helper yang digunakan untuk memproses request atau data yang dikirimkan.
  6. Tahapan terakhir adalah view, berfungsi me-render hasil olahan Controller dan mengirimkannya ke web browser. Apabila sistem cache diaktifkan maka view akan di cache terlebih dahulu.
Share



283 Komentar

    Google Search

    Tag Cloud

    Agenda

    ' Kegiatan ini terselenggara atas dasar program kerja tahunan dan rapat dewan ...'

    ' Beauty class SMK PGRI 2 Taman menjadi agenda rutin tahunan Sekolah. ...'

    Artikel Terpopuler

      Setelah kita punya Server lokal (Localhost)
    Code Igniter merupakan salah satu framework PHP yang banyak

    Berita Terpopuler

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, SMK PGRI 2 Taman
    WORKSHOP IT (WEB DEVELOPMENT) SMK PGRI 2

    Video Terpopuler

    Facebook Fanpage

    Link Website